Kabupaten Sijunjung memiliki permata budaya yang masih sangat terjaga keasliannya, yaitu sebuah kompleks pemukiman yang dikenal sebagai perkampungan adat. Di tengah kepungan arsitektur modern, wilayah ini tetap mempertahankan tatanan hidup yang berakar pada nilai-nilai luhur nenek moyang, termasuk dalam hal ketangkasan fisik. Menyadari pentingnya menjaga warisan non-bendawi ini, BAPOMI Sijunjung mengambil langkah konkret tentang Workshop Olahraga Tradisional dengan menyelenggarakan sebuah agenda edukatif yang bertujuan untuk menggali kembali potensi fisik melalui permainan rakyat yang mulai terlupakan. Langkah ini merupakan bentuk nyata dari upaya dekolonisasi metode olahraga yang selama ini terlalu berkiblat pada standar Barat.
Pelaksanaan sebuah Workshop di lingkungan yang sarat akan sejarah seperti ini memberikan atmosfer belajar yang sangat mendalam bagi para peserta. Para mahasiswa dan instruktur olahraga tidak hanya duduk di dalam ruangan, tetapi langsung turun ke lapangan tanah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat adat. Di sana, mereka mempelajari berbagai teknik gerak yang ada dalam Olahraga Tradisional, seperti permainan gasing, egrang, hingga bela diri lokal yang memerlukan koordinasi tubuh yang kompleks. Workshop ini menekankan bahwa olahraga tradisional bukan sekadar hiburan bagi anak-anak di masa lalu, melainkan sebuah metode pelatihan fisik yang komprehensif yang melatih keseimbangan, kekuatan inti tubuh (core strength), dan ketajaman fokus.
Pemilihan lokasi di Perkampungan Adat Sijunjung bukan tanpa alasan strategis. Lingkungan ini berfungsi sebagai laboratorium hidup di mana nilai-nilai kejujuran, sportivitas, dan kerja sama tim dipraktikkan secara alami melalui tradisi lisan dan permainan kelompok. Mahasiswa diajak untuk meriset bagaimana olahraga-olahraga kuno ini dapat dimodifikasi agar tetap menarik bagi generasi Z tanpa menghilangkan esensi aslinya. Misalnya, bagaimana kompetisi egrang dapat dikemas dengan aturan yang lebih modern sehingga bisa menjadi ajang perlombaan resmi yang bergengsi. Hal ini penting agar budaya lokal tidak hanya menjadi artefak diam, tetapi tetap hidup dan bergerak dinamis di tangan anak muda.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah menciptakan sebuah identitas olahraga yang kuat bagi masyarakat Sijunjung. Dengan mengangkat olahraga tradisional ke level akademis, ada pengakuan formal terhadap kecerdasan fisik masyarakat lokal di masa lalu.