Masa keemasan seorang atlet seringkali memiliki batas waktu yang lebih singkat dibandingkan profesi lainnya. Kesadaran akan realitas ini menjadi fokus utama bagi Bapomi Sijunjung dalam membina para atlet mahasiswanya. Mempersiapkan karir pasca-atlet bukanlah tanda bahwa seseorang tidak fokus pada prestasinya saat ini, melainkan sebuah tindakan bijak untuk menjamin masa depan yang stabil. Melalui penguasaan kemampuan membangun jaringan atau jejaring kerja, para mahasiswa di Sijunjung diajarkan untuk mulai membuka jalan menuju dunia profesional di luar arena olahraga.
Banyak atlet yang merasa bingung saat harus bertransisi dari lapangan ke kantor atau dunia usaha. Mereka sering merasa tidak memiliki pengalaman kerja konvensional karena waktu mereka habis di tempat latihan. Namun, Bapomi Sijunjung memberikan perspektif berbeda: seorang atlet sebenarnya memiliki soft skills yang luar biasa, seperti disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Tantangan utamanya adalah bagaimana mengomunikasikan kelebihan tersebut kepada pihak eksternal melalui hubungan profesional yang dibangun sejak dini.
Membangun Jaringan Sejak di Bangku Kuliah
Kunci dari persiapan masa depan ini adalah strategi networking yang dilakukan secara organik selama masa kuliah. Atlet mahasiswa di Sijunjung didorong untuk aktif berinteraksi tidak hanya dengan sesama olahrawan, tetapi juga dengan dosen, alumni, hingga para sponsor yang mendukung kegiatan olahraga. Pertemuan di sela-sela turnamen atau acara resmi kampus harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperkenalkan diri dan membangun reputasi yang positif. Kesan pertama yang profesional sangatlah menentukan bagaimana orang lain melihat potensi mereka di masa depan.
Bapomi Sijunjung juga sering mengadakan seminar yang mempertemukan atlet dengan para pelaku usaha dan birokrat di wilayah tersebut. Dalam forum-forum ini, mahasiswa belajar bagaimana cara melakukan personal branding yang efektif. Mereka diajarkan untuk tidak hanya dikenal sebagai “orang yang pandai berlari” atau “orang yang jago menendang bola”, tetapi sebagai individu terpelajar yang memiliki visi dan integritas. Jejaring yang kuat adalah aset yang lebih berharga daripada sekadar ijazah, karena banyak peluang karier yang muncul melalui rekomendasi dan kepercayaan personal.
Memanfaatkan Platform Digital Secara Profesional
Di era modern, jaringan tidak hanya dibangun secara tatap muka. Penggunaan platform profesional seperti LinkedIn juga menjadi bagian dari pelatihan yang diberikan oleh Bapomi Sijunjung. Para atlet mahasiswa diajarkan untuk menyusun profil yang menonjolkan pencapaian olahraga mereka sebagai bukti ketahanan mental dan dedikasi. Dengan terhubung pada para profesional di bidang yang sesuai dengan jurusan kuliah mereka, transisi dari dunia olahraga ke dunia kerja akan menjadi jauh lebih mulus.