Cabang olahraga panjat tebing merupakan disiplin yang sangat bergantung pada kekuatan fisik, ketepatan teknik, dan yang paling krusial adalah standar keselamatan yang tanpa kompromi. Di Kabupaten Sijunjung, antusiasme mahasiswa terhadap olahraga ekstrem ini terus meningkat seiring dengan tersedianya fasilitas dinding Keamanan Panjat Tebing yang representatif. Namun, seiring dengan tingginya frekuensi penggunaan, keandalan alat pengaman menjadi perhatian utama bagi pengelola. BAPOMI Sijunjung secara rutin menjalankan program pengawasan ketat terhadap seluruh perangkat pendukung pendakian guna menjamin keselamatan setiap pengguna di arena latihan.
Kegiatan cek berkala terhadap infrastruktur dinding panjat mencakup pemeriksaan mendalam pada setiap titik tambat atau hanger. Baut-baut yang tertanam pada struktur dinding seringkali mengalami pelonggaran akibat getaran dan beban dinamis saat pemanjat melakukan gerakan eksplosif atau saat terjatuh (fall). Tim teknis dari BAPOMI secara sistematis mengencangkan kembali baut-baut tersebut dan memastikan tidak ada keretakan pada panel dinding. Langkah ini merupakan bentuk mitigasi risiko yang sangat penting, karena kegagalan pada satu titik tambat saja dapat berakibat fatal bagi keselamatan atlet yang berada di ketinggian.
BAPOMI Sijunjung juga menerapkan standar ketat dalam pemeriksaan alat pelindung diri (APD). Perhatian khusus diberikan pada kondisi baut & tali pengaman yang digunakan oleh mahasiswa. Tali kermantle yang menjadi nyawa bagi pemanjat diperiksa secara visual dan perabaan untuk mendeteksi adanya keausan pada serat bagian dalam atau kerusakan akibat gesekan yang berlebihan. Tali yang sudah mencapai batas masa pakai atau sering mengalami beban jatuh yang berat segera dipensiunkan dan diganti dengan yang baru. Kedisiplinan dalam rotasi alat ini adalah kunci utama dalam menjaga standar keamanan panjat tebing di wilayah tersebut.
Selain tali, perangkat keras seperti carabiner, grigri, dan harness juga masuk dalam daftar inspeksi rutin. Penumpukan debu dan sisa magnesium (kapur) pada bagian mekanis alat dapat menghambat fungsi penguncian otomatis. Oleh karena itu, pembersihan berkala menggunakan bahan yang tidak merusak logam dilakukan agar seluruh peralatan berfungsi dengan mulus. BAPOMI juga mewajibkan setiap mahasiswa yang berlatih untuk melakukan pemeriksaan mandiri (partner check) sebelum mulai memanjat. Budaya keselamatan ini ditanamkan sejak dini agar para atlet memiliki kesadaran kolektif bahwa nyawa adalah prioritas utama di atas pencapaian teknis apa pun.