Kesehatan atlet mahasiswa tidak hanya bergantung pada latihan fisik dan pola makan, tetapi juga pada kebersihan lingkungan serta peralatan yang mereka gunakan sehari-hari. BAPOMI Sijunjung memberikan perhatian khusus pada aspek yang sering kali dianggap sepele namun berdampak besar pada performa, yaitu sanitasi sarana pendukung. Penerapan tata kelola perlengkapan yang baik adalah kunci untuk mencegah penyebaran bakteri dan jamur yang dapat mengganggu kenyamanan hingga menyebabkan penyakit kulit pada atlet. Perlengkapan yang dirawat dengan benar tidak hanya menjamin kesehatan pengguna, tetapi juga memperpanjang usia pakai alat tersebut, sehingga anggaran organisasi dapat dikelola secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Langkah pertama dalam menjaga kebersihan alat adalah dengan menetapkan standar operasional prosedur terkait pencucian dan pengeringan. Bagi atlet di wilayah Sijunjung, perlengkapan seperti rompi latihan, pelindung kaki, hingga sarung tangan kiper harus segera dibersihkan setelah digunakan. Keringat yang mengendap pada serat kain merupakan media pertumbuhan kuman yang sangat cepat. Oleh karena itu, BAPOMI menekankan pentingnya penggunaan disinfektan yang aman bagi kulit untuk mensterilkan peralatan yang digunakan secara bergantian. Manajemen perlengkapan yang higienis ini juga mencakup pengaturan sirkulasi udara di ruang penyimpanan agar tidak lembap, karena kelembapan tinggi adalah musuh utama bagi peralatan olahraga berbahan kulit maupun karet.
Selain pakaian, peralatan pendukung seperti matras bela diri atau bola juga memerlukan perawatan khusus. Secara rutin, matras di pusat latihan Sijunjung harus dilap menggunakan cairan antiseptik guna memastikan tidak ada kuman yang tertinggal dari sesi latihan sebelumnya. Mahasiswa dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas publik yang mereka gunakan. Dengan membudayakan kebersihan sejak dini, karakter disiplin atlet akan terbentuk secara alami. Seorang atlet yang menghargai perlengkapannya biasanya akan memiliki disiplin yang sama kuatnya saat menjalankan instruksi pelatih di lapangan. Tata kelola yang rapi mencerminkan profesionalisme sebuah organisasi olahraga mahasiswa yang modern dan berstandar tinggi.
Risiko dari pengabaian higienitas perlengkapan adalah munculnya infeksi saluran pernapasan atau iritasi kulit yang dapat membuat atlet terpaksa absen dari jadwal latihan penting. Dalam jangka panjang, hal ini tentu akan merugikan target prestasi yang telah dicanangkan oleh BAPOMI. Oleh karena itu, investasi pada alat pembersih dan sistem penyimpanan yang memadai dianggap sama pentingnya dengan investasi pada peralatan olahraga itu sendiri.