Akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik merupakan pilar utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi olahraga. Di Kabupaten Sijunjung, penerapan Transparansi Anggaran dalam tubuh organisasi pembina olahraga mahasiswa telah menjadi standar operasional yang wajib dipenuhi. Memasuki tahun anggaran 2026, setiap rupiah yang dialokasikan untuk pengembangan atlet harus dapat dipertanggungjawabkan secara mendetail. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa dukungan finansial dari pemerintah benar-benar sampai ke tangan yang tepat dan digunakan untuk keperluan yang relevan dengan peningkatan prestasi mahasiswa di lapangan hijau maupun gelanggang.
Penyusunan Laporan Hibah dilakukan secara periodik dan dapat diakses oleh pihak-pihak terkait sebagai bentuk keterbukaan informasi. Dana hibah yang diterima oleh BAPOMI Sijunjung dialokasikan ke berbagai pos strategis, mulai dari pengadaan peralatan latihan, biaya partisipasi turnamen, hingga insentif bagi pelatih berprestasi. Dengan sistem pelaporan yang ketat, potensi penyimpangan dana dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini sangat penting mengingat anggaran olahraga seringkali terbatas, sehingga efektivitas penggunaan dana menjadi kunci utama dalam menjalankan program pembinaan yang berkelanjutan di tingkat perguruan tinggi.
Peran Bapomi Kabupaten Sijunjung sebagai fasilitator antara pemerintah daerah dan unit kegiatan mahasiswa olahraga semakin diperkuat dengan adanya audit internal yang rutin. Setiap proposal kegiatan yang diajukan oleh kampus harus menyertakan rincian estimasi biaya yang logis dan didukung oleh bukti kebutuhan yang nyata di lapangan. Transparansi ini juga mencakup proses seleksi atlet yang akan diberangkatkan untuk mengikuti kompetisi di luar daerah. Hanya mereka yang memenuhi kriteria prestasi dan disiplin yang berhak mendapatkan dukungan fasilitas dari dana hibah tersebut, sehingga tercipta iklim kompetisi yang sehat dan jujur di kalangan mahasiswa.
Fokus pembangunan olahraga di Sijunjung pada tahun 2026 ini diarahkan pada pembenahan fasilitas dasar yang menunjang banyak cabang olahraga sekaligus. Perbaikan lapangan serbaguna dan pengadaan alat fitnes menjadi prioritas guna memberikan dampak manfaat yang luas bagi seluruh mahasiswa. Selain itu, sebagian anggaran hibah juga digunakan untuk menyelenggarakan pelatihan manajemen organisasi bagi pengurus UKM olahraga. Tujuannya adalah agar mahasiswa tidak hanya pandai bertanding, tetapi juga mahir dalam mengelola administrasi dan keuangan organisasi secara profesional sejak dini. Pengetahuan ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka saat terjun ke dunia kerja nantinya.