Tahun 2026 mencatat sebuah kejutan besar dalam sejarah olahraga mahasiswa di Sumatera Barat dengan munculnya kekuatan baru yang disebut sebagai Sijunjung United. Ini bukanlah sebuah klub profesional milik korporasi, melainkan sebuah entitas olahraga kolaboratif bentukan Bapomi Sijunjung yang menyatukan seluruh talenta terbaik dari berbagai sekolah tinggi dan universitas yang ada di wilayah tersebut. Melalui strategi Kolaborasi Lintas Kampus, Sijunjung berhasil mematahkan dominasi kampus-kampus besar dari kota metropolitan yang selama ini memonopoli gelar juara. Keberhasilan ini membuktikan bahwa persatuan sumber daya dan penghapusan ego sektoral antar-lembaga pendidikan adalah kunci utama untuk bersaing di level tertinggi.
Pilar utama dari Sijunjung United di tahun 2026 adalah integrasi fasilitas dan kepelatihan. Alih-alih setiap kampus memiliki tim kecil yang kekurangan dana dan fasilitas, Bapomi Sijunjung memusatkan seluruh anggaran dan infrastruktur olahraga ke dalam satu sistem terpadu. Kampus A yang memiliki lapangan terbaik, Kampus B yang unggul dalam laboratorium sains olahraga, dan Kampus C yang memiliki asrama atlet, semuanya bekerja sama tanpa ada rasa persaingan internal. Melalui Kolaborasi Lintas Kampus ini, para atlet mahasiswa Sijunjung mendapatkan akses ke fasilitas terbaik yang sebelumnya hanya bisa dinikmati oleh mahasiswa di universitas-universitas besar di ibu kota.
Strategi rekrutmen atlet di bawah bendera Sijunjung United tahun 2026 juga sangat inklusif. Mereka menggunakan sistem scouting terpusat yang mencari mahasiswa berbakat bahkan di perguruan tinggi swasta kecil di pelosok kabupaten. Tidak ada lagi mahasiswa yang merasa bakatnya terabaikan karena kampusnya tidak memiliki departemen olahraga yang kuat. Dengan bergabung dalam Sijunjung United, mahasiswa dari kampus mana pun di Sijunjung memiliki kesempatan yang sama untuk mengenakan seragam kebesaran daerah dan bertanding di tingkat nasional. Semangat kebersamaan ini menciptakan rasa bangga yang luar biasa bagi seluruh warga Sijunjung, melampaui sekat-sekat almamater masing-masing.
Selain penggabungan sumber daya fisik, Kolaborasi Lintas Kampus ini juga mencakup pertukaran ilmu pengetahuan antar-akademisi. Dosen dari fakultas kedokteran di satu kampus bekerja sama dengan dosen fakultas psikologi dari kampus lain untuk merancang program pelatihan holistik bagi para atlet.