Terobosan BAPOMI Sijunjung yang paling menonjol adalah inisiatif berani untuk Gandeng Industri Lokal dalam menciptakan Regulasi Entrepreneurship Atlet. Program ini bertujuan membekali atlet dengan keterampilan bisnis untuk menciptakan Lapangan Usaha Atlet di masa depan.
Kekhawatiran akan masa depan finansial setelah karir olahraga berakhir adalah masalah universal. BAPOMI Sijunjung merespons dengan menyiapkan atlet tidak hanya untuk menang di lapangan, tetapi juga sukses di dunia kerja.
Regulasi Entrepreneurship Atlet mewajibkan setiap atlet untuk mengambil mata kuliah atau workshop kewirausahaan yang diselenggarakan bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) setempat. Kurikulum dibuat praktis dan relevan.
Langkah Gandeng Industri Lokal diwujudkan melalui program magang dan mentor bisnis bagi atlet. Atlet berprestasi berkesempatan magang di perusahaan lokal, belajar manajemen, pemasaran, dan operasional bisnis. Mereka belajar dari praktisi terbaik.
Terobosan BAPOMI Sijunjung ini memberikan peluang bagi atlet untuk merintis Lapangan Usaha Atlet yang terkait dengan bidang mereka, seperti bisnis perlengkapan olahraga, sport therapy, atau fitness center. Olahraga menjadi basis bisnis.
BAPOMI Sijunjung juga mengalokasikan dana seed money kompetitif bagi proposal bisnis terbaik yang diajukan oleh atlet. Ini adalah insentif nyata untuk memulai startup mereka. Dukungan modal awal diberikan.
Implementasi Regulasi Entrepreneurship Atlet ini tidak mengganggu jadwal latihan utama, karena modul entrepreneurship sering dilakukan secara online atau saat masa jeda kompetisi. Keseimbangan waktu dijaga ketat.
Inisiatif Gandeng Industri Lokal ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Industri mendapatkan tenaga kerja berdisiplin tinggi (atlet), dan atlet mendapatkan soft skills dan jaringan bisnis.
Terobosan BAPOMI Sijunjung ini menetapkan standar baru untuk pembinaan atlet yang holistik, di mana prestasi di lapangan menjadi modal untuk kesuksesan finansial melalui Lapangan Usaha Atlet.
Pada akhirnya, BAPOMI Sijunjung membuktikan bahwa dengan Gandeng Industri Lokal yang tepat, Regulasi Entrepreneurship Atlet dapat menjadi bekal tak ternilai bagi masa depan atlet.