Sijunjung memiliki warisan budaya dan olahraga yang kaya, salah satunya adalah Cabor Sepak Takraw. Cabor ini, yang memadukan elemen sepak bola, voli, dan akrobatik, menuntut kelenturan, kecepatan, dan koordinasi mata-kaki yang luar biasa. BAPOMI Sijunjung berkomitmen pada Revitalisasi Cabor Sepak Takraw sebagai upaya pelestarian olahraga tradisional sekaligus sarana meraih prestasi di kancah mahasiswa.
Revitalisasi Cabor Sepak Takraw di lingkungan kampus melibatkan dua fokus utama: memperluas basis partisipasi dan meningkatkan intensitas latihan prestasi. Untuk memperluas basis, BAPOMI memperkenalkan Sepak Takraw melalui demonstrasi yang menarik, sesi latihan terbuka, dan kompetisi eksebisi antar-fakultas. Penting untuk mengubah persepsi bahwa Sepak Takraw adalah olahraga yang terlalu sulit atau berisiko, dengan menekankan pada kesenangan dan keterampilan akrobatik yang unik.
Untuk meningkatkan intensitas latihan prestasi, BAPOMI Sijunjung harus memastikan ketersediaan pelatih yang memiliki spesialisasi tinggi dalam teknik-teknik Sepak Takraw yang kompleks, seperti service (sepakan awal) dan smash akrobatik (roll spike). Program latihan harus fokus pada plyometrics untuk daya ledak lompatan, latihan kelenturan untuk menghindari cedera saat melakukan tendangan tinggi, dan sesi taktik beregu (tiga pemain: tekong, apit kanan, apit kiri) yang terkoordinasi.
Upaya Pelestariannya di Kalangan Kampus juga mencakup aspek promosi budaya. Sepak Takraw di Sijunjung dapat dipromosikan sebagai olahraga yang memiliki akar historis di Asia Tenggara. Mengaitkan cabor ini dengan identitas daerah memberikan kebanggaan tambahan bagi atlet. Dengan Revitalisasi Cabor Sepak Takraw ini, Sijunjung tidak hanya mengamankan medali di kompetisi olahraga mahasiswa, tetapi juga memastikan bahwa salah satu olahraga tradisional yang paling spektakuler ini terus hidup dan berkembang di tengah generasi muda terdidik.