Kabupaten Sijunjung melakukan sebuah terobosan visioner dalam pengelolaan infrastruktur publik melalui proyek ambisius yang dikelola oleh BAPOMI untuk tahun 2026. Fokus utamanya adalah pembangunan dan renovasi fasilitas atletik dengan konsep keberlanjutan total, di mana tujuannya adalah Menciptakan Lapangan Olahraga Mandiri sebuah lingkungan yang tidak lagi bergantung pada pasokan listrik konvensional dari bahan bakar fosil. Melalui integrasi teknologi energi terbarukan yang masif, Sijunjung bertekad menjadikan setiap stadion dan arena pertandingannya sebagai unit yang mampu memproduksi kebutuhan dayanya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan.
Langkah ini diambil sebagai respon terhadap tantangan krisis energi dan biaya operasional fasilitas olahraga yang biasanya sangat mahal. Di Sijunjung, desain atap tribun stadion dirancang khusus menggunakan panel surya transparan yang sangat efisien dalam menyerap energi matahari tropis Sumatra yang terik. Selain itu, area sekitar lapangan dilengkapi dengan generator kinetik yang ditanam di jalur pedestrian, sehingga setiap pergerakan penonton yang masuk dan keluar stadion turut menyumbangkan energi bagi sistem kelistrikan bangunan. Pendekatan “zero emission” ini menjadi daya tarik utama bagi para atlet mahasiswa yang memiliki kesadaran tinggi terhadap isu lingkungan hidup.
Penerapan konsep mandiri energi ini juga merambah ke sistem pengolahan air dan penerangan malam hari. Lampu-lampu stadion di Sijunjung menggunakan teknologi LED hemat energi yang dikontrol oleh kecerdasan buatan, di mana intensitas cahayanya akan menyesuaikan secara otomatis dengan kebutuhan dan waktu. Melalui manajemen olahraga yang cerdas ini, BAPOMI Sijunjung ingin memberikan contoh konkrit bahwa kemandirian energi bukan lagi sebuah impian di masa depan, melainkan kebutuhan mendesak yang bisa diwujudkan hari ini melalui kolaborasi antara teknik sipil, teknologi material, dan kemauan politik yang kuat dari pemerintah daerah.
Bagi mahasiswa yang berlatih di fasilitas ini, lingkungan yang mandiri memberikan kenyamanan dan ketenangan pikiran. Mereka menjadi bagian dari sebuah gerakan besar penyelamatan planet melalui aktivitas fisik mereka sehari-hari. Sijunjung juga memanfaatkan limbah organik dari aktivitas di sekitar kompleks Menciptakan Lapangan Olahraga Mandiri untuk diolah menjadi biogas, yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar cadangan bagi sistem pemanas air di ruang ganti atlet. Inovasi ini membuktikan bahwa sebuah ekosistem atletik yang lengkap dapat berfungsi seperti sebuah organisme yang mampu mendaur ulang energinya sendiri secara efisien tanpa sisa yang merusak lingkungan.